Ada 3 peluang usaha yang akan mendatangkan penghasilan dari Hewan Belut :
- Menjadi peternak Belut
- Menjadi pedagang Belut
- Menjadi pedagang masakan Belut
Cara Budidaya Belut Di Kolam dan Drum
Perbedaan antara budidaya belut di kolam dan drum adalah dari media tempat ternaknya, jika di kolam maka tempat ternaknya adalah dengan membuat kolam, dan jika di drum maka tempat ternaknya menggunakan drum, sedangkan dalam teknik budidaynya sama saja tidak ada perbedaan, mungkin yang akan membedakan adalah hasilnya nanti dari kuantitas.
Langkah-Langkah yang harus di lakukan :
1. Cara Membuat Media
Cara budidaya belut sebenarnya sangat mudah, namun jika kita salah dalam setiap langkah tehniknya budidaya ini akan mengalami kendala, bahkan akan mengalami kegagalan, seperti langkah pertama cara membuat media, media yang sangat cocok dan bagus untuk belut agar cepat besar dalam waktu relatif singkat adalah sebagai berikut :
- Lumpur Kering
- Kompos
- Jerami Padi
- Pupuk TSP
- Mikroorganisme stater
- Air
- Eceng Gondok
2. Persiapan bibit belut
Sebelum bibit belut dimasukan kedalam kolam yang sudah terisi media dan air, biarkanlah sementara media tersebut untuk beberapa waktu agar proses fermentasi media berjalan dengan bagus, dan biasanya waktu untuk mendiamkan media adalah sekitar 2 minggu lamanya, media yang sudah terfermentasi akan menyediakan pakan belut yang sangat baik untuk pertumbuhan bibit belut, seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing dan jasad-jasad renik, dan saat pakan ini mulai ada, maka bibit belut pun bisa langsung kita masukan.
Sifat kanibalisme belut tidak terjadi saat pertumbuhan belut dari bibit sampai belut usia 8 bulan, sifat kanibalisme belut akan terjadi pada usia belut 10 bulan, maka jumlah bibit belut yang dimasukan kedalam kolam atau drum bisa dalam jumlah yang sangat banyak, dalam ukuran kolam 5m x 5m x tinggi 1m saja kita bisa memasukan jumlah bibit belut ribuan, bisa sampai 9 ribuan bibit belut, jadi kita tak perlu khawatir dengan sifat kanibalisme belut, yang penting harus tetap dijaga pasokan pakan belutnya.
3. Perawatan dan pemberian pakan
Ini adalah langkah terakhir sebelum kita memanen belut yang kita ternak, yaitu perawatan dan pemberian pakan, perawatan yang dimaksud adalah dengan memperhatikan kolam dan media serta air kolam, bibit belut mempunyai pH 5-7, selama masa pertumbuhan perubahan air menjadi basa sering terjadi dikolam, air basa tampak merak kecoklatan, penyebabnya adalah akibat menumpuknya sisa pakan dan meningkatnya kadar amonia. Jika terjadi seperti itu maka perlu dinetralisir dan sering diukur derajat pH nya.
Selain derajat pH yang harus diperhatkan, suhu air juga sama pentingnya, maka suhu yang normal dan bagus untuk budidaya belut jagalah pada kisaran 26-28 derajat celcius, di daerah yang suhunya melebihi suhu standar maka diperlukan hujan buatan untuk menetralisir suhu tinggi agar ideal.
Kemudian setelah pH dan Suhu air di perhatikan dengan teliti, maka yang akan membuat pertumbuhan belut cepat besar dan cepat panen adalah memperhatikan pakan belut, pakan yang bagus untuk pertumbuhan belut adalah pakan yang segar dan hidup, seperti :
- ikan cetol
- ikan impun
- bibit ikan mas
- cacing tanah
- belatung dan bekicot

0 Response to "Cara Budidaya Belut Di Kolam dan Drum"
Posting Komentar